7 Amalan Sunnah Bikin Perjalananmu Berkah dari Awal sampai Pulang


Ringkasan: Islam mengajarkan adab lengkap untuk musafir, mulai dari niat, sholat sunnah safar dua rakaat, doa keluar rumah, hingga zikir di sepanjang jalan. Tujuh amalan ini bersumber dari hadits Nabi Muhammad SAW dan penjelasan ulama seperti Imam An-Nawawi, sehingga bisa diamalkan siapa pun yang hendak bepergian — baik untuk mudik, dinas, umrah, maupun sekadar keperluan harian.

Apa itu Amalan Sunnah Sebelum Bepergian?

7 Amalan Sunnah Bikin Perjalananmu Berkah dari Awal sampai Pulang

Amalan sunnah sebelum bepergian adalah rangkaian ibadah dan doa yang dicontohkan Rasulullah SAW setiap kali hendak meninggalkan rumah untuk safar, mulai dari sholat dua rakaat hingga doa naik kendaraan. Tujuannya memohon keselamatan, kemudahan, dan keberkahan selama perjalanan berlangsung.

Dasarnya jelas: shalat sunnah safar disebabkan kebiasaan Rasulullah yang tidak pernah meninggalkan sebuah tempat kecuali beliau melakukan shalat sunnah sebelum pergi. Kebiasaan itu kemudian dijelaskan lebih rinci oleh ulama fikih dalam berbagai kitab, dan menjadi rujukan utama artikel-artikel keislaman di Indonesia hingga hari ini.

Mengapa Amalan Sunnah Safar Penting bagi Musafir Muslim di 2026?

7 Amalan Sunnah Bikin Perjalananmu Berkah dari Awal sampai Pulang

Mobilitas masyarakat Indonesia terus tinggi — mudik, dinas luar kota, umrah, sampai perjalanan harian dengan transportasi umum. Islam tidak membiarkan momen ini kosong dari nilai ibadah. Bahkan, waktu bepergian termasuk momen yang dianggap mustajab untuk berdoa, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Abu Dawud bahwa ada tiga doa yang mustajab tanpa keraguan, yaitu doa orang yang dizalimi, doa musafir, dan doa orang tua untuk anaknya.

Di sisi lain, perjalanan juga membawa risiko fisik dan psikologis. Rasulullah SAW sendiri menggambarkan safar sebagai bagian dari kesulitan, karena seorang musafir akan mengalami kesulitan makan, minum, dan tidur selama dalam perjalanan (HR Bukhari dan Muslim). Karena itu, adab dan doa safar bukan formalitas, melainkan bekal spiritual sekaligus mitigasi risiko selama di jalan.

Kaidah fikih tentang waktu pelaksanaannya pun fleksibel. Imam Nawawi dalam kitab Majmu’ Syarhil Muhadzdzab menyatakan shalat safar hanya disunnahkan bagi orang yang hendak bepergian dan boleh dilakukan di waktu apa pun, baik siang maupun malam sebelum berangkat. Fleksibilitas ini membuat amalan tersebut realistis diterapkan oleh siapa saja, termasuk pekerja dengan jadwal berangkat mendadak.

Sebagaimana ditegaskan berbagai rujukan keislaman, kebiasaan menjaga ketaatan di tengah kesibukan — termasuk saat bepergian — sejalan dengan semangat menjaga takwa dan istikamah yang dibahas lebih dalam pada panduan lain di situs ini.

7 Amalan Sunnah agar Perjalanan Berkah dari Awal sampai Pulang

Berikut tujuh amalan yang secara konsisten disebutkan dalam sumber-sumber tier-1 keislaman Indonesia, mulai dari NU Online hingga Liputan6.

1. Meluruskan Niat Sebelum Berangkat

7 Amalan Sunnah Bikin Perjalananmu Berkah dari Awal sampai Pulang

Setiap amalan, termasuk perjalanan, dinilai dari niatnya. Niat safar sebaiknya diarahkan untuk hal yang bernilai ibadah — mencari rezeki halal, silaturahmi, menuntut ilmu, atau menunaikan ibadah seperti umrah dan haji. Kebiasaan meluruskan niat ini erat kaitannya dengan pembahasan amalan dan doa sunnah harian yang juga menekankan pentingnya niat sebagai fondasi ibadah.

2. Sholat Sunnah Safar Dua Rakaat

7 Amalan Sunnah Bikin Perjalananmu Berkah dari Awal sampai Pulang

Ini amalan inti yang paling banyak dibahas ulama. Shalat sunnah safar adalah shalat sunnah yang dilakukan ketika hendak melakukan perjalanan, karena Rasulullah tidak pernah meninggalkan sebuah tempat kecuali melakukan shalat sunnah sebelum pergi. Niatnya cukup sederhana: shalat dua rakaat karena Allah Ta’ala, dilakukan dengan wudhu, menutup aurat, dan tata cara seperti shalat sunnah pada umumnya.

Dalil keutamaannya disebutkan lewat riwayat dari Anas bin Malik, bahwa Nabi Muhammad SAW tidak tinggal di suatu tempat kecuali meninggalkan tempat tersebut dengan shalat dua rakaat. Ada pula riwayat dari Ath-Thabrani yang menyebut tidak ada sesuatu yang lebih utama untuk ditinggalkan seorang hamba bagi keluarganya selain dua rakaat yang dikerjakan ketika hendak melakukan perjalanan.

Setelah shalat, dianjurkan membaca Ayat Kursi dan Surat Al-Quraisy. Menurut penjelasan yang dinukil dari Imam Nawawi, siapa yang hendak bepergian namun takut dengan gangguan di jalan, dianjurkan membaca surat Al-Quraisy karena surat itu menjadi pengaman dari marabahaya.

3. Membaca Doa Sebelum Keluar Rumah

7 Amalan Sunnah Bikin Perjalananmu Berkah dari Awal sampai Pulang

Doa ini dibaca setelah sholat safar dan menjelang benar-benar melangkah keluar. Bacaannya: Allahumma ilayka tawajjahtu, wa bika a’tashamtu… — artinya Ya Allah, hanya kepada-Mu aku menghadap dan hanya kepada-Mu aku berlindung; Tuhanku, bekalilah diriku dengan takwa, ampunilah dosaku, dan hadapkan diriku pada kebaikan di mana saja aku menghadap (Imam Nawawi, Al-Adzkar lin Nawawi).

Ada pula doa keluar rumah yang lebih umum dibaca setiap hari, tidak terbatas untuk safar jauh. Doa itu memohon perlindungan dari tersesat dan disesatkan, sebagaimana yang tertuang dalam riwayat At-Tirmidzi dan Ibnu Majah yang dihimpun Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar.

4. Berpamitan kepada Keluarga dan Orang Terdekat

7 Amalan Sunnah Bikin Perjalananmu Berkah dari Awal sampai Pulang

Adab ini kerap terlewat padahal disebut eksplisit dalam tuntunan Nabi. Rasulullah SAW menganjurkan untuk memberitahukan kepergiannya kepada keluarga, sahabat, tetangga, dan orang-orang terdekat, karena berpamitan termasuk adab sebelum bepergian. Selain menjaga silaturahmi, berpamitan juga memudahkan keluarga mendoakan musafir selama di perjalanan.

Kebiasaan menjaga hubungan baik sebelum bepergian ini selaras dengan semangat amal yang disukai Allah karena dilakukan secara konsisten, bukan sekali waktu saja.

5. Membaca Doa Naik Kendaraan

7 Amalan Sunnah Bikin Perjalananmu Berkah dari Awal sampai Pulang

Begitu berada di atas kendaraan — baik mobil, motor, kapal, maupun pesawat — dianjurkan membaca: Subhanalladzi sakhkhara lana hadza wa ma kunna lahu muqrinin, wa inna ila rabbina lamunqalibun. Artinya, Maha Suci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kepada Tuhan kami lah kami akan kembali. Doa ini merujuk pada Surat Az-Zukhruf ayat 13-14 dan dilanjutkan dengan permohonan kebaikan serta ketakwaan selama perjalanan, sebagaimana termaktub dalam riwayat Imam Muslim.

Adab ini juga berlaku ketat untuk moda transportasi tertentu. Untuk perjalanan laut misalnya, dianjurkan membaca Bismillahi majreha wa mursaha, inna rabbi laghafurun rahim, yang artinya dengan nama Allah kami berlayar dan berlabuh, sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

6. Tidak Bepergian Sendirian dan Memilih Waktu Berangkat yang Baik

7 Amalan Sunnah Bikin Perjalananmu Berkah dari Awal sampai Pulang

Islam menganjurkan musafir untuk tidak pergi sendirian. Rasulullah SAW melarang umatnya bepergian sendirian, sebagaimana disebut dalam riwayat Malik dalam Al-Muwatha, Abu Daud, dan Tirmidzi, bahwa pengendara sendirian diibaratkan seperti setan, sementara rombongan bertiga adalah cara berkendara yang benar. Nabi juga menganjurkan agar satu orang dalam rombongan ditunjuk sebagai pemimpin perjalanan.

Soal waktu, ada preferensi yang tercatat dalam sirah. Rasulullah SAW lebih suka bepergian pada hari Kamis, seperti saat berangkat perang Tabuk, dan menyukai keluar untuk safar pada hari tersebut. Ini bukan kewajiban, tetapi sunnah yang baik diperhatikan bila memungkinkan menyesuaikan jadwal.

7. Bertakbir, Bertasbih, dan Memperbanyak Zikir Sepanjang Jalan

7 Amalan Sunnah Bikin Perjalananmu Berkah dari Awal sampai Pulang

Adab terakhir berlaku selama perjalanan berlangsung, bukan hanya di awal. Ketika melewati jalan menanjak, dianjurkan membaca takbir Allahu Akbar, dan ketika jalan menurun membaca tasbih Subhanallah. Saat kembali ke jalan yang datar atau lapang, dianjurkan membaca hamdalah sebagai rasa syukur.

Zikir ini sekaligus jadi pengingat spiritual di sela kelelahan perjalanan, sejalan dengan anjuran memperbanyak zikir harian yang juga dibahas dalam kebiasaan amalan sabar dan syukur sebagai fondasi ketenangan hati seorang muslim, baik di rumah maupun di jalan.

Ketika sampai di tempat tujuan, amalan tidak berhenti. Ada shalat sunnah Qudum dua rakaat sebagai tanda syukur telah tiba dengan selamat, dengan niat khusus yang berbeda dari shalat safar sebelumnya.

Tabel Ringkasan: Amalan, Waktu, dan Dalil

#AmalanWaktu PelaksanaanSumber/Dalil
1Meluruskan niatSebelum berangkatKaidah fikih niat
2Sholat sunnah safar 2 rakaatSebelum keluar rumahHR Anas bin Malik; Ath-Thabrani
3Doa keluar rumahSetelah sholat safarImam Nawawi, Al-Adzkar
4Berpamitan dengan keluargaMenjelang berangkatRiwayat yang dihimpun Liputan6/NU Online
5Doa naik kendaraanSaat mulai perjalananQS Az-Zukhruf 13-14; HR Muslim
6Tidak bepergian sendirian, memilih waktu baikSepanjang rencana perjalananHR Malik, Abu Daud, Tirmidzi
7Takbir, tasbih, zikir di jalanSelama perjalanan berlangsungTuntunan adab safar Nabi SAW

Cara Mengamalkan 7 Sunnah Ini secara Berurutan

  1. Luruskan niat — sisihkan waktu singkat sebelum packing untuk mengingat tujuan perjalanan sebagai bagian dari ibadah.
  2. Ambil wudhu dan kerjakan sholat safar dua rakaat di rumah, dilanjutkan membaca Ayat Kursi dan Surat Al-Quraisy.
  3. Baca doa keluar rumah begitu melangkah dari pintu.
  4. Pamit kepada keluarga dan minta didoakan selama di jalan.
  5. Baca doa naik kendaraan sesuai moda transportasi yang digunakan — darat, laut, atau udara.
  6. Jaga adab di jalan: hindari bepergian sendirian jika memungkinkan, dan perbanyak takbir-tasbih sesuai kondisi jalan.
  7. Tutup dengan syukur saat tiba di tujuan, idealnya dengan shalat sunnah Qudum dua rakaat.

FAQ — Amalan Sunnah Sebelum Bepergian

Apa itu shalat sunnah safar?

Shalat sunnah safar adalah shalat dua rakaat yang dianjurkan sebelum seseorang berangkat bepergian, sebagai bentuk permohonan keselamatan dan kemudahan selama perjalanan.

Bagaimana cara memulai amalan sunnah sebelum bepergian?

Mulai dengan meluruskan niat, kerjakan sholat safar dua rakaat, baca doa keluar rumah, berpamitan dengan keluarga, lalu baca doa naik kendaraan begitu perjalanan dimulai.

Apakah doa safar berbeda untuk setiap jenis kendaraan?

Doa intinya sama, yakni bacaan tasbih dari Surat Az-Zukhruf, namun ada tambahan khusus untuk kendaraan laut yang menyebut nama Allah saat berlayar dan berlabuh.


Ditulis oleh Tim Redaksi barokahketik.com berdasarkan rujukan hadits dan kajian ulama fikih.

Related Post