Pengertian dan Penjelasan Umroh

Pengertian Umroh – Umroh sendiri biasa di sebut dengan haji kecil. Karena tata cara pelaksanaannya hampir sama yang membedakan adalah wukuf dan lain-lain. Umroh juga bisa di laksanakan kapan saja, kalau haji di laksanakan hanya pada waktu tertentu.

Dasar Hukum Ibadah Umroh

Dasar Hukum Ibadah Umroh
pixabay.com

Ibadah Umroh menurut hukum yang telah di sampaikan oleh Allah swt di dalam al-qur’an dan hadits adalah sebagai berikut :

Di dalam Al-Qur’an pada surah Al-Baqarah ayat 196 yang berarti “Sempurnakanlah ibadah Haji dan Umroh karena Allah swt”. JIka di lihat dari hadits Nabi Muhammad saw Ialah ibadah Umroh dari satu umroh ke ibadah Umroh yang berikutnya adalah sebagai penghapus dosa.

Pengertian Umroh

Pengertian Umroh
pixabay.com

Menurut bahasa dan syari’ umoh artinya adalah beziarah ke tempat yang ramai. Sementara menurut syara artinya adalah mengunjungi ka’bah di tanah suci untuk beribadah.

Dapat kita simpulkan bahwa umroh adalah mengunjungi ka’bah atau baitullah untuk menjalankan serangkaian kegiatan ibadah sesuai dengan syarat dan ketentuan.

Memenuhi syarat dan ketentuan yang telah di tetapkan dalam kitab suci Al-Qur’an atau pun sunnah – sunnah rasulullah saw. Sedangkan haji hanya boleh di lakukan sekali seumur hidup, berbeda dengan umroh, umroh bisa dilaksakan berkali-kali dan terserah kapanpun waktunya.

Baca Juga : Perbedaan Haji dan Umroh

Hukum yang terdapat dalam ibadah Umroh

Hukum yang terdapat dalam ibadah Umroh
pixabay.com

Pada kesempatan kali ini terdapat beberapa pendapat yang berbeda – beda mengenai hukum pelaksanaan umroh dan akan kami jelasakan sedikit. Pernyatan yang keluar dari Imam Abu Hanifah dan imam malik Rah.a, Umroh hukumnya adalah sunnah.

Sementara pernyataan dari Imam Syafi’i Rah.a hukum ibadah Umroh adalah wajib.

Dengan pernyataan yang demikian bagi seorang muslim yang mampu, hanya mendapat kesempatan paling sedikit sekali seumur hidupnya melaksanakan Umroh. Menurut imam abu hanifah Rah.a, melaksakan umroh hanya sekali seumur hidup hukumnya adalah sunnah muakkadah.

Pendapat inilah yang paling banyak di ambil karena sebagian ulama’ hanafiah menetapkan hukum ibadah ini adalah wajib. Ada juga ebagian orang yang menetapkan hukum ini adalah fardu kifayah.

Dengan demikian muslim yang mampu secara materi maupun non materi dan telah berada ditempat suci hendaknya melakukan umroh satu kali. Untuk pelaksanaan umroh sendiri bisa di lakukan kapan saja selain hari arafah dan hari tasrik.

Hari arafah jatuh pada tanggal 10 dzulhijjah dan hari tasrik jatuh pada tanggal 11, 12, 13 dzulhijjah. Ada juga hadits yang di riwayatkan oleh imam muslim.

Bagaimana bunyi hadits tersebut ? Seorang muslim sedang melakukan ibadah Umroh pada bulan Ramadhan makan nilai ibadahnya disamakan dengan melaksanakan ibadah haji pada bulan haji.

Baca Juga : Perbedaan Haji dan Umroh

Hadits Nabi Tentang Umroh

Hadits Nabi Tentang Umroh
pixabay.com

Selanjutnya ada hadits nabi tentang utamanya ibadah umroh, sebagaimana telah di sebutkan sebelumnya, ibadah Umroh mempunyai banyak keutamaan. Di antara keutamaan – keutamaan berikut adalah berbagai hadits nabi tentang hal tersebut.

Pertama :

Di riwayatkan oleh amr bin abasah r.a, Rasulullah bersabda bahwa amal yang paling utama adalah haji dan umroh yang mabrur. Selanjutnya yang dimaksut dengan haji yang mabrur oleh sebagian ulama’ dijelaskan sebagai ibadah haji yang didalamnya tidak mengandung unsur maksiat.

Selain di katakan mabrur sebagian besar ulama’ lain juga mengatakannya sebagai haji yang makbul. Kita juga harus menjaga syarat dan adabnya biar tidak terjadi hal tidak diinginkan yang menjadikan dampak tidak diterimanya ibadah tersebut.

Hadits yang diriwayatkan oleh jabir r.a, Rasulullah bersabda bahwa kebaikan haji berada didalam keramahan berbicara dan memberi makan orang lain.

Sementara pada hadits yang lain di sebutkan bahwa rasulullah saw mengatakan tidak ada pahala haji yang mabrur kecuali syurga. Kemudian para sahabat bertanya, “Apakah yang di maksud dengan mabrur ?” Rasulullah menjawab dengan memberi makan dan menyebarkan salam atau kanzul ummal.

Kedua :

Dari Abu hurairah r.a mengatakan bahwa Rasulullah Saw bersabda. Bahwa satu umroh dengan umroh yang lainnya adalah menjadi khafaroh atau penghapus dosa yang dikerjakan diantara kedua ibadah tersebut (Hr Muttafaq Alaih).

Artinya, sesudah mengerjakan ibadah umroh sampai dengan ibadah yang berikutnya. Dosa yang besar dan kesalahan yang banyak akan bisa di ampuni oleh allah jika benar – benar ikhlas melakukannya.

ketiga :

Di riwayatkan oleh Abu hurairah r.a Rasulullah pernah mengatakan. Bahwa orang yang menunikan haji dan orang yang mengerjakan umroh adalah utusan allah swt. Apabila mereka berdoa kepada allah, dan mereka meminta ampunan kepada allah maka allah akan mengampuninya (Hr Ibnu Majjah).

Seorang jamaah haji dan Umroh dapat di ibaratkan sebagai utusan yang tiba dipintu gerbang Allah swt sebagaimana utusan para pembesar. Allah juga akan memuliakan tamunya yang datang kepada tempat suci makkah.

Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa utusan allah terdiri dari 3 macam, yaitu jamaah haji, mujahid, dan orang yang melakukan umroh.

ke empat :

bagi kalangan para kaum muslimah yang menjalankan ibadah umroh juga akan memperoleh keutamaan pahala sekaligus pengampunan dosa. Bagi mereka yang berdoa di sana, mereka mendapatkan jaminan yang insya allah terkabulnya doa – doa yang di panjatkannya.

Jika seorang akhwat melaksanakan ibadah Umroh dan bahkan ibadah haji. Maka dia di ibaratkan telah menunaikan tugas jihad seperti para lelaki di medan perang. Rasulullah Saw pernah bersabda : “Jihadnya orang yang sudah tua, anak – anak, orang yang lemah dan wanita, adalah Haji dan Umroh” (Hr An-Nasaiy).

Baca Juga : Perbedaan Haji dan Umroh

Syarat, rukun dan wajib Umroh

Syarat, rukun dan wajib Umroh
pixabay.com

Syarat Umroh :

  • Beragama Islam.
  • Sudah mencapai usia balligh.
  • Berakal sehat.
  • Bukan budak (Merdeka).
  • Mampu secara finansial.

Rukun Umroh :

  • Niat Ihrom dan Miqat.
  • Thawaf.
  • Sa’i.
  • Menggunting rambut (Tahallul).
  • Tertib (Melakukannya secara beruntun sesuai ketentuan).

Wajib Umroh :

  • NIat Ihram dan Miqat.
  • Tidak melakukan larangan yang telah di tetapkan selama ihram.

Tahap – Tahap Kegiatan Umroh

Tahap - Tahap Kegiatan Umroh
pixabay.com
  • Berangkat menuju miqat.
  • Mandi dan mengenakan pakaian ihram di Miqat.
  • Mengerjakan sholat sunnah ihram 2 rakaat sambil berpakaian ihram. Setelah membaca surah al-kafirun pada rakaat pertama, dan pada rakaat kedua adalah surah al-ikhlas.
  • Membaca niat umroh.
  • Berangkat menuju makkah. Dalam perjalanan jamaah membaca talbiah sebanyak – banyaknya.
  • Tiba di pemondokan dengan tetap berpakaian ihram.
  • Menuju masjidil haram  dan masuk melalui pinti Baabussalam. Menyaksikan ka’bah sambil membaca do’a. Kemudian di lanjutkan menuju Hajar Aswad.
  • Thawaf ritual tersebut rambpung berarti ritual umroh telah selesai dan jamaah di perbolehkan melepaskan pakaian ihram. Di sini jamaah telah di bebaskan daru berbagai larangan Umroh.

Baca Juga : Perbedaan Haji dan Umroh

Penutup

Semoga dengan adanya artikel panduan ini tidak ada yang kelwat satu pun saat melaksanakan ibadah umroh. Semoga bagi admin dan antum – antum semua yang belum berkesempatan berangkat kesana bisa di berikan jalan rezeki, dan kita semua menjadi tamu Allah swt. Aamiin…

Demikian artikel panduan yang kami buat, semoga bermanfaat, terima kasih atas kunjungannya. Sampai jumpa pada artikel selanjutnya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *