Pengalaman Waktu Prakerin (Praktek Kerja Industri)

gambar via unsplash.com

WAKTU MENCARI TEMPAT PRAKERIN

Waktu itu saya masih duduk di bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Yakni di SMK ISLAM DARUT TAUHID (SMEKADATA) yang bertempat di Desa Brongkal, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Saya belajar di smk tersebut selama kurang lebih 3 tahun.

Singkat cerita setelah saya bersekolah di smk islam darut tauhid selama 1 tahun, kemudian saya naik ke kelas 11. Saya mendapat tugas yaitu Praktek Kerja Industri (PRAKERIN), setelah itu saya mencari sampai beberapa hari dan masih belum ada hasilnya.

Semangat saya dan teman – teman tidak terhenti di situ, saya dan teman-teman tetap berusaha mencari tempat Prakerin tersebut. Dan di suatu hari kita menemukan suatu toko atau servis computer yang benama GENERAL COMPUTER.

Servis ini letaknya tidak lumayan jauh dari rumah saya, di bandingkan dengan jarak sekolah saya. Kemudian kita mendatangi servis computer tersebut dan menayakannya disitu pun percakapan terjadi.

Saya : Assalamualaikum
Pemilik : Waalaikum Salam
Saya : Mas di sini menerima tempat prakerin siswa smk atau tidak ??
Pemilik : Iya dek di sini masih menerima siswa prakerin
Saya : Masih menerima berapa anak lagi mas ?? Kalau tiga anak lagi apakah boleh ??
Pemilik : Iya dek masih boleh masuk, tapi tempat nya gak terlalu besar cuman sekecil ini
Saya : Tidak apa – apa mas, yang di butuhkan bukan tempatnya tetapi ilmu nya.
Pemilik : hehehe.. Iya dek, maaf kalau tempatnya kecil.
Percakapan tersebut tidak berakhir di situ tapi tetap di lanjut kan.
Saya : Kalau boleh tahu mulai kapan ya kita mulai praktek di sini mas ??
Pemilik : Mungkin mulai minggu depan bisa mulai masuk dek seperti teman – teman yang lain.
Saya : Ooohh.. iya mas, terima kasih.
Pemilik : Iya dek sama – sama.
Saya : Kalau begitu saya mohon pamit. Asslamualaikum.
Pemilik : Waalaikum Salam.

Baca juga Pengalaman Bahagia Waktu Masih Sekolah Madrasah Ibtidaiyah

SETELAH PULANG DARI MENCARI TEMPAT PRAKERIN

gambar via unsplash.com

Setelah dari toko saya dan teman–teman pergi ke warung kopi, untuk beristirahat dan ngobrol tentang perjalanan mencari tempat prakerin. Saya dan teman – teman dari asyik nya ngobrol sampai – sampai lupa waktunya pulang ke rumah.

Setelah waktu sudah mulai gelap saya dan teman – teman pulang menuju kerumah masing”. Keesokan harinya kita bertemu kembali di area sekolahan untuk kembali belajar untuk bekal kita nanti saat sudah pemberangkatan prakerin.

Singkat cerita sampailah waktu yang di tunggu–tunggu yakni pemberangkatan Prakerin. Sebelum kita berangkat prakerin, kami semua satu kelas berangkat ke dalemnya kiyai. Yang terletak di depan sekolah kita untuk meminta izin atau do’a restu untuk kita saat prakerin nanti.

Setelah selesai semua, tibalah waktu perpisahan untuk kita semua berpisah selama kurang lebih 3 bulan. Saya dan teman–teman juga berangkat ke tempat prakerin yang sudah pernah saya booking kemaren.

Waktu pertama kali saya dan teman–teman masuk prakerin, kita lansung di suruh untuk membersihkan printer yang rusak untuk di service. Karena kita waktu pertama kali membersihkan printer, apa yang terjadi ?? kita tidak membersihkannya tetapi hanya melihat printer tersebut.

Karena masih belum berani untuk memegangnya di karenakan takut tambah rusak, bukannya nanti tambah bersih tapi tambah kotor.

Setelah 3 bulan prakerin tersebut berjalan saya dan teman – teman sudah waktunya kembali untuk bersekolah kembali seperti biasa atau normalnya.

LIBURAN KE PANTAI WATU LETTER

gambar via unsplash.com

Sebelum kita pulang untuk bersekolah kembali, kita berlibur ke pantai yang berada di kota malang. Yaitu pantai Watu Letter, yang tepatnya berada di Malang selatan. Pantai ini mempunyai pemandangan yang indah dan mempunyai pantai yang bersih karena masih baru di buka.

Saya dan teman–teman berangkat ke pantai tersebut kurang lebih jam 15.00, dan tiba di pantai tersebut kurang lebih jam 16.00.

Setelah sampai di pantai dengan jarak tempuh kurang lebih selama 1 jam. Saya dan teman–teman kecewa karena tidak bisa mandi air pantai, karena waktu sudah mulai gelap dan malam. Kita hanya bisa selfi, dan berfoto bersama, sambil melihat Sunset di sore hari dan duduk di pinggir pantai.

Setelah kegiatan di pinggir pantai selesai, kita makan bersama di sebuah warung di dekat pantai tersebut dan ber nostalgia bersama. Tetapi saat kita bersenang–senang bersama ada masalah yaitu sebuah pencurian Uang dan Power Bank yang berada di dalam mobil. Dan tepatnya pada saat mobil itu di parkir.

Tetapi semua itu di temukan saat kita sudah sampai di rumah bukan saat ada di pantai. Dan yang lebih membuat kita semua sedih, nilai hasil prakerin selama kurang lebih 3 bulan itu tidak keluar. Barang yang hilang adalah  sejumlah uang sebesar 200.000 dan power bank, karena masalah ini saya di tuduh mencuri.

Karena masalah itu saya dan teman–teman pulang dengan keadaan sedih tidak membawa nilai prakerin. Dan kita takut tidak lolos sehingga tidak naik kelas. Tapi seiring berajalannya waktu semua berubah karena berdo’a kepada allah dan usaha yang sudah maksimal dan pasrah.

Semua itu berubah manis karena orang yang benar tidak akan kalah. Semua hanyalah sebuah ujian apakah kita bisa menghadapi masalah tersebut atau malah lari.

Baca juga Pengalaman Bahagia Waktu Masih Sekolah Madrasah Ibtidaiyah

SETELAH PRAKERIN SELESAI

Dari ujian tersebut kita bisa berfikir lebih dewasa, karena solusi memecahkan masalah bukannya lari, tapi menghadapi itu jalan yang baik. Kepala sekolah kita menghargai usaha kita semua dan kita semua naik kelas tanpa ada nilai yang keluar pada saat prekerin.

Setelah masa-masa prakerin sudah selesai kami semua masuk sekolah lagi. Kita bertemu sama teman–teman yang lain yang prakerin di tempat yang berbeda dan mendapat masalah yang lain pula. Tidak saya sangka, saya kira hanya saya dan teman – teman saja yang mendapat masalah tapi semuanya mendapatkannya.

Setelah masuk sekolah kita semua bercerita dengan teman–teman tentang pengalaman–pengalaman dan ilmu yang di dapat saat prakerin. Salah satu teman kita saat prakerin dia malah mendapat ilmu membuat molen dan berjualan molen bukannya mendapat ilmu tentang jurusannya.

Tapi semua itu ada hikmahnya kita hanya bisa melakukannya tanpa ambil pusing, Karena ilmu dan guru terbaik adalah sebuah pengalaman.

Mereka sering ikut berjulan ke tempat-tempat yang ramai, contoh pasar malem, dan juga sampai di alun-alun kota. Mereka juga belajar bagaimana cara membuat molen yang enak dan juga berkeinginan untuk membuka lapak sendiri.

Jadi, pelajaran yang bisa kita ambil dari cerita pengalaman di atas adalah ?? Yang pertama, kita harus menerapkan sifat jujur, meskipun itu merugikan kita, karena rencana tuhan pastilah indah. Kedua kita harus menerima apapun yang di ajarkan kepada kita, meskipun itu agak melenceng jauh dari yang kita perkirakan.

Yah mungkin itu saja yang bisa saya ceritakan pada artikel kali ini. Sebuah pengalaman yang harus kita ingat selalu karena kita (Manusia) tidak akan bisa kembali lagi pada usia kecil dulu. Good bye guys…

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *