Farhan Sing akeh belajar lan ngopi... Orep butuh duwek lan inspirasi :v

PENGALAMAN SAAT PERTAMA KALI MASUK MEC (Mandiri Entrepreneur Centre)

3 min read

Halo guys disini saya akan sedikit menceritakan pe ngalaman saya pada saat masuk MEC. MEC sendiri berada di Jl Jambangan No 70 Surabaya.

Pertama kali saya masuk MEC saya terkejut, saya kira kampus MEC itu besar seperti gambar yang ada di brosur. Ternyata tidak, melainkan sebuah gedung smp yang sudah lama tidak di pakai dan di jual kemudian di renovasi ulang.

Siswa yang masuk di MEC bukan hanya dari Surabaya saja, tapi dari Sabang sampai Merauke. Kita banyak mengenal teman-teman yang berbeda bahasa dengan kita, dan kita juga banyak belajar dari mereka.

Belajar bahasa dari mereka-mereka yang bukan dari jawa timur, seperti sunda, Palembang Makassar dll. Dan mereka juga belajar bahasa kami, bahasa Jawa dan Madura.

KAMPUS MEC (Mandiri Entrepreneur Centre)

Gambar Via Google.com

Syarat masuk MEC adalah anak yatim yaitu yang tidak memiliki ayah (Meninggal). Jadi bagi yang masih ada ayahnya tidak boleh masuk MEC.

Kampus ini sangat bagus karena menghasilkan bibit-bibit yang disiplin. Contoh nya seperti teman-teman saya yang baru datang dari penjuru Indonesia yang sikapnya jauh dari disiplin. Setelah mereka masuk di MEC mereka lebih giat dan lebih semangat terutama tentang masalah sholat sunnah seperti sholat tahajjud dll.

Mereka bangun di dalam larutnya malam yang dingin, dan itupun karena di paksa. Pertamanya memang di paksa, lama–kelamaan mereka menjadi terbiasa karena padat nya kegiatan dan waktu istirahat.

Setelah akademik di mulai jadwal kegiatan semakin padat dan tugas–tugas menumpuk, layak nya orang kantoran. Salah satu dosen di MEC pernah bilang, di sini kalian ibaratnya bukan kuliah tetapi kerja karena akademik mulai jam 7 pagi dan selesai jam 3 sore.

Pantas sekali di sebut dengan orang perkantoran karena tidak jauh beda masuk dan pulangnya. Setelah akademik selesai ada jeda istirahat cukup lah buat pendinginan otak karena dari pagi sampai sore berfikir terus menerus.

Kegiatan di MEC sangat lah banyak karena waktu tidur kurang lebih hanya 5–4 jam per hari. Dosen yang ada di MEC ini kempuan belajarnya sudah tidak di ragukan lagi, karena beliau–beliau ahli di bidang masing–masing.

Contohnya seperti dosen TEKKOM (Tekhnik Komputer) beliau sangat mahir tentang software contohnya tentang membuat website.

Cara mengajar beliau sangatlah enak dan nyaman, karena beliau biasa membawa suasana kelas menjadi ramai dan tidak membosankan saat pelajaran. Beliau juga baik hati kalau murid nya butuh apa–apa terutama tentang hal yang bermanfaat beliau selalu membelikan.

Alasannya karena beliau ingin muridnya menjadi pemuda yang sukses dan bisa bersaing di pasaran karena sekarang sudah zaman nya internet.

BELAJAR INTERNET MARKETING

Gambar Via Pixabay.com

Sekarang sudah zaman nya belanja online bukan belanja di pasar. Banyak orang yang pinginnya instan tanpa harus capek-capek keluar rumah untuk membeli sesuatu.

Contoh kecilnya Ojek Online seperti Go-Jek, Grab, dan Uber. Sebelum ada Ojek Online jika kita ingin cari ojek harus ke pangkalan dulu, itupun kalau ada yang mangkal. Kalau sekarang kita tinggal duduk santai di atas kursi dan mulai memesan ojek melalui aplikasi yang sudah di sediakan.

Sambil menunggu ojek datang menjempu,t kita masih bisa santai-santai sambil minum kopi dan makan cemilan yang ada.

Maka dari itu dosen TKJ memberi ilmu tentang bisnis online atau berdagang di dalam internet. Dosen kita sampai memanggil praktisi yang pakar di bidang Internet Marketing, mulai dari bisnis online dan adsense. Kita juga banyak mengenal praktisi-praktisi di luar sana yang sudah sukses di bidang bisnis online dan adsense.

PENGAJAR INTERNET MARKETING DAN ADSENSE

1. HARIS DANIS (Owner madu Al-Qubro)

Beliau ini dulunya bekerja ikut orang di sebuah perusahaan. Karena perusahaan yang di tempati mengalami penurunan omset beliau di PHK karena perusahaan tidak sanggup membayar gaji.

Dengan tekat dan keinginan beliau belajar kepada sosok yang fenomal yang sering di sebut Agus Piranha Mas. Dengan menghabiskan modal yang tidak kecil, beliau selama 3 bulan pulang pergi dari Surabaya ke sidaorjo.

Karena usaha tidak menghianati hasil beliau pun sukses dengan ilmunya dan sekarang menjadi Owner Madu Al-Qubro. Usaha yang terbaru beliau adalah Madu Malissa, sewa kendaraan roda 3 dan JAKUR EXSPRES (Jasa Kurir).
JAKUR sendiri sekarang masih melayani pengiriman lokal seperti Surabaya-Sidoarjo dan sebaliknya.

Usaha yang di bangun mulai dari bawah bersamaan dengan penyewaan kendaraan roda 3 sekarang sudah mulai naik daun. Usaha ini mulai di ketahui oleh masyarakat sekitar.

Beliau yang mengajakan kami semua tentang bagaimana caranya berjulan online bermodalkan bahan gratis di internet seperti blogspot dan wordpres.

Kami juga di ajarkan bagaimana optimasi produk kita agar cepat closing. Lewat sebuah iklan gratisan yang berada di internet juga, karena beliu sudah mencobanya selama kurang lebih 2 tahun. Dan itu semua terbukti menghasilkan.

Selama 3 bulan kami semua mempraktekan ilmu yang sudah di kasih oleh mas haris dan memang terbukti menghasilkan. Kami 1 kelas hampir mendapat penghasilan 1 jt dalam waktu yang singkat dan penjualan hanya dari keripik pangsit.

2. FIRMANSYAH (Pakar Adsense Dan Facebook Ads)

Guru yang 1 ini masih muda sekitar usia 23-24 dan dia sudah sukses di bidang Adsense. Beliau juga mengajarkan kita bagaimana menulis artikel yang baik dan benar.

Tetapi dengan minimnya jam pertemuan menjadikan kita semua tidak sepenuhnya mengambil ilmu dari beliau. Hanya sedikit saja ilmu yang bisa kita ketahui tentang Adsense dan cara penulisann artikel.

Maslah bisnis beliau kita semua tidak terlalu mengerti karna orangnya sedikit tertupup dengan kepribadiannya. Jadi Cuma umum saja yang bisa kita ketahui.

PEDAGANG ASONGAN

Gamba Via Pixabay.com

Semua Mahasiswa MEC tidak ada yang meminta kiriman uang dari orang tuanya. Jika mereka ingin membeli jajan atau peralatan mandi, mereka harus mencari uang sendiri dengan menjadi pedagang asongan.

Setap hari sabtu dan minggu kita bergantian dengan akhwat untuk berjualan. Yang sering kita bawa saat berjualan adalah kerupuk, keripik dan sari dele. Berangkat bejualan dari jam 7 pagi dan maksimal kembali ke asrama sebelum sholat dzuhur.

Kami ngambil kerupuk dengan harga 4K dan kita jual 7K. Penghasilan yang kita peoleh juga lumayan banyak. Uang dari hasil jualan tidak semua kita pakai untuk membeli kebutuhan sehari-hari, tapi kita juga wajib menabung.

Jadi semua mahasiswa MEC itu netral, semua tidak ada yang pegang uang. Kita bisa makan jajan hanya bisa setelah berjualan, jika sudah pulang maka laba yang kita dapat tadi wajib untuk di tabung.

Di MEC juga harus pandai-pandai memanajemen uang agar kita tidak boros, dan tidak kekurangan apapun yang sedang kita butuhkan.

Di MEC kami banyak belajar segala hal, mulai dari belajar kerja keras dalam mencari uang dan percaya diri. Ilmu yang kita dapat dari MEC bisa kita praktekkan pada data sudah keluar atau terjun di masyarakat langsung.

Yah mungkin itu saja yang bisa saya ceritakan pada artikel kali ini, sebuah pengalaman yang harus kita ingat selalu karena kita (Manusia) tidak akan bisa kembali lagi pada usia kecil dulu. Good bye guys…

Farhan Sing akeh belajar lan ngopi... Orep butuh duwek lan inspirasi :v

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *