Farhan Sing akeh belajar lan ngopi... Orep butuh duwek lan inspirasi :v

Pengalaman Bahagia Waktu Masih Sekolah Di Madrasah Ibtidaiyah

3 min read

Halo Guys
Perkenalkan nama saya Mahbub Farhanur Roziqin berasal dari Desa Rejoyoso, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, lahir pada tanggal 27 Maret 2000. Saya anak pertama dari 2 bersaudara, adik saya bernama Mamluk Faizatun Nikmah, yang sekarang sudah berada di Panti asuhan Al-Ikhlas, dan dia masih duduk di bangku sekolah kelas 7 Mts  yang bertempat di Desa Banjarejo Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang.

CERITA HIDUP

 Baca Juga Kata Kata Kopi  knvoSDVHDS[C

Berawal dari masa kecil saya yang sangatlah nakal, bisa di bilang seperti itu. Hehehe….
Waktu baru lahir sampai umur 5 tahun saya masih tinggal bersama keluarga atau bisa di sebut dengan ayah dan ibu. Mulai kecil saya senang sekali mengkonsumsi daging ayam yang tentunya daleman ayamnya seperti usus dan hati bukan kulitnya hehehe….

Setelah saya beranjak ke umur 5 tahun saya pisah dengan orang tua saya, saya tingal bersama kakek dan nenek dari ibu. Di sana saya mulai bersekolah Mi (Madrasah Ibtidaiyah) yang tepat berada di depan rumah nenek saya, jadi kalau mau berangkat sekolah tidak perlu jauh – jauh untuk jalan kaki atau menggayuh sepeda.

Setelah 1 tahun pembelajaran di sekolah berlangsung tiba lah di suatu acara yaitu kenaikan kelas, dan Alhamdulillah saya naik kelas ke kelas 2. Orang tua dan kakek nenek saya terheran kenapa kok bias naik kelas karena umur yang masih belum memenuhi syarat ? Ya karena mungkin orang tua sudah percaya kalau putra pertamanya ini bisa jadi mereka biarkan saja untuk naik ke kelas 2 MI (Madrasah Ibtidaiyah).

Waktu demi waktu telah ku lewati, dengan bertambah umur kita semakin menjadi tahu, fikiran menjadi lebih dewasa. Panjang cerita di saat saya sudah duduk di bangku sekolah kelas 4 MI (Madrasah Ibtidaiyah) terdengarlah kabar tidak mengenakan dari orang tua.

Innalillahi wainna ilaihi rajiun telah berpulanglah ayah saya tercinta, seorang laki – laki yang paling saya sayangi, My hero, yang saya selama ini sudah membesarkan saya, yang menghidupi keluarga telah terlebih dulu meninggalkan kita sekeluarga dengan adik perempuan yang masih berumur 2 tahun. Tapi mau bagaimana lagi takdir tuhan, kehendak tuhan tidak bisa kita tawar lagi dan kita harus merelakan dan meng iklaskan semua yang sudah terjadi. Karena rencana tuhan pasti sangatlah indah. Aamiin…

Next Cerita…
BERMAIN DI KOLAM RENANG

Image by DanaTentis on Pixabay

Namanya juga anak kecil pasti nakal dan semua orang juga pernah mengalami masa – masa itu. Di suatu hari saya bermain bersama kawan – kawan ke tempat berenang di daerah timur desa saya yang jaraknya lumayan jauh dari rumah tidak ada yang mengawasi, tidak ada yang besar kita semua pergi bersama – sama.

Waktu sudah mulai petang dan kitapun masih belum beranjak dari kolam renang, di situlah orang tua dari kawan – kawan semua bingung tanpa terkecuali dengan kakek dan nenek saya. Merekapun mencari kita sampai ke kolam renang tadi.

Di waktu itu lah meraka semua marah marah – marah di situ, dan bukan hanya di tempat itu saja meraka marah – marah sampai ke rumah, mereka marah bukan berarti mereka benci sama kita semua melainkan meraka sayang karena takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan. Setelah sampai di rumah saya di tali di tiang rumah, bahasa jawanya (di kencang).

Dan meraka melarang kami untuk pergi bermain ke tempat yang tadi itu kalau tidak ada yang besar yang bisa menjaga. Mulai saat itulah kamu tak pernah beremain kesana bukan karena factor malas atau terlalu jauh tapi karena takut kenak marah yang ke dua kalinya. Hehehe…

Kami semua melupakn tempat yang tadinya memang seru untuk tempat bermain, dan sekarang kami semua sudah pindah halauan yaitu dengan bermain bola di depan tempat ngaji kami yang sekarang sudah menjadi pondok yang sudah mempuyai sekolah sendiri.

PERGI KE PESANTREN UNTUK MONDOK

Image by mufidpwt on Pixabay

Beberapa saat kemudian tibalah waktu dimana saya meninggalkan teman teman semua untuk berangkat mondok di sebuah panti asuhan yang berasa di Desa Brongkal Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang. Dan saya juga pindah sekolah di kelas 6 MI (Madrasah Ibtidaiyah). Awalnya sih ya gak kerasan atau tidak suka dengan lingkungannya karena masih baru mungkin ya.

Setelah berhari – hari di sana bahkan sudah berminggu – minggu adaptasi selesai dan sudah bisa menerima tempat dan kondisi di Panti Asuhan. Tak lama berselang saya pun masuk sekolah di sekolah baru saya. Setelah beberapa bulan bersekolah saya di nobatkan sebagaik siswa paling nakal hehehe… Mulai dari jarang masuk sekolah hingga di sekolah tidur tanpa mengikuti pelajaran semua saya lakukan karena mungkin jauh dari pantauan orang tua atau orang yang saya takuti jadi ya beginilah saya sekarang.

Tapi semua orang tidaklah seperti it uterus menerus hidupnya pasti ada perubahan ada yang sedikit demi sedikit, ada juga yang segnifikan. Semua orang juga bisa berubah.

Sebelum lulus dari MI (Madrasah Ibtidaiyah) Alhamdulillah saya sudah baartaubat dari yang dulunya nakal, dekil dan sekarang sifat yang seperti itu sudah tiada, entah itu hanya saaat ini dan selamanya.

Kegitan sehari – hari di panti normal lah hampir sama seperti pondok – pondok yang lain meskipun kami bukan pondok, tapi kita tidak kalah saing dengan yang lain karena kami sering juga berlomba dan mendapat juara .

Kenapa panti asuhan kami di bilang tidak kalah saing dengan pondok pesanten yang megah dan besar, karena panti kami juga mengambil guru tugas dari pondok pesantren SIDOGIRI yang berada di Kabupaten Pasuruan.

Pondok pesantren SIDOGIRI adalah salah satu pondok tertua yang berada di jawa timur, pengurus serta ustadz yang mengajarkannya juga sudah bertahun – tahun mengajar di sana dan ilmunya pun sudah tak di ragukan lagi.

Dan untuk kiyai yang berada di pondok pesantren SIDOGIRI hampir semua adalah wali (Waliyullah), karena sudah banyak cerita dari santri – santri sana yang menceritakan beliau – beliau semua.

Kami di panti asuhan juga melakukan hafalan mulai dari hafalan hadits dan juga al-qur’an. Suatu hari ada santri akhwat yang pertama kali mengawali untuk menghafal al-qur’an, memang si santri akhwat ini orang cerdas, cantik, pendiem (Istri Idaman Hehehe….)

Dia menetapkan rekor di dalam panti asuhan yang bisa menghafal 12 juz dalam jangka 2 bulan, entah memang sebelumnya sudah punya celengan untuk menhafal atau mungkin dia memang baru menghafal dari NOL. Mungkin karena sikap tawadhu’nya lah dia bisa cepat untuk menghafal al-qur’an, dan mungkin karena dia memang anak yang pintar dari santri akhwat yang lain.

Yah mungkin itu saja yang bisa saya ceritakan pada artikel kali ini, pengalaman masa kecil adalah sebuah pengalaman yang harus kita ingat selalu karena kita (Manusia) tidak akan bisa kembali lagi pada usia kecil dulu. Good bye guys…

Farhan Sing akeh belajar lan ngopi... Orep butuh duwek lan inspirasi :v

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *